3. Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Prosedur Kompleks

Asslamu'aikum, Sahabat Edukasi Online.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas unsur kebahasaan apa saja yang terdapat dalam teks prosedur kompleks.

Terdapat beberapa unsur kebahasaan yang sering kita jumpai sebagai berikut.

a. Partisipan Manusia Secara Umum

Teks prosedur kompleks ditujukan untuk menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu hal kepada manusia.


b. Kalimat Perintah 

Pada teks prosedur sering dijumpai kalimat perintah (imperatif) yang harus dikerjakan dalam pelaksanaan teks prosedur. Contohnya, potong wortel menjadi beberapa bagian. Pada kalimat ini terdapat kata kerja "potong."  Kalimat perintah di dalam teks prosedur tidak harus menggunakan akhiran tanda seru (!). Karena dalam teks tersebut paling banyak mengandung kalimat perintah jadi tidak perlu tanda seru pada akhir kalimat.


c. Kalimat Larangan

Kalimat larangan juga termasuk dalam jenis kalimat perintah yang tidak boleh dilakukan. kalimat ini pada umumnya diawali kata-kata larangan seperti jangan, tidak boleh, dan lain sejenisnya.
Contohnya, jangan membuka adonan sebelum 15 menit!


d. Kalimat Tanya (Introgatif)

Tidak semua teks prosedur kompleks terdapat kalimat pertanyaan. Namun beberapa teks prosedur ada yang menggunakannya pada bagian judul ataupun dalam isi teks. Kalimat tanya secara formal diawali oleh kata tanya seperti apa, siapa, berapa, kapan, kata berimbuhan "kah",  dan pada akhir kalimat diakhiri oleh tanda tanya (?).
Contohnya, Apa yang anda lakukan jika ditilang?


e. Kalimat Berita (Deklaratif)

Kalimat berita terkadang juga kita jumpai dalam teks prosedur komplek. kalimat ini berfungsi untuk meberitahukan tentang suatu hal atau informasi. Biasanya pada kalimat berita terdapat kata keterangan waktu ketika, tadi, saat, dan lain sejenisnya.
Contohnya  Ketika selesai mengaduk.


f. Konjungsi Temporal

Pada teks prosedur sering kali ditemukan kata konjungsi temporal atau kata penghubung  menyatakan waktu kegiatan yang berisifat kronologis, seperti: selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan setelah itu.
Contohnya, kemudian tumbuk sampai halus.


Angger Reda Tama, S.Pd.
Website dipublikasikan pada tanggal 1 Agustus 2018.